“Kamu berada di lubuk hatiku yang paling dalam, sedikit kesalahan yang kamu perbuat, memberikan dampak kekecewaan yang besar dihatiku”.
Kata-kata itu menjelaskan semuanya, segala tanda Tanya tentang kebencian yang selama ini aku rasakan. No..no..no.. bukan kebencian, tepatnya kekecewaan dan luka yang dalam!
Aku mengerti!
Selama ini aku pikir rasa ini adalah sebuah kebencian,
Tak tau kenapa, aku menjadi sangat ANTI padamu,
Saat itu, jangankan untuk bertemu atau mendengar suaramu,
Namamu saja ingin sekali rasanya ku menghapus dari ingatanku.
Aku jadi begitu sadis!
Aku juga sempat bingung dan bicara pada diriku sendiri,
“come on..berbesar hatilah, maafkan kesalahan kecil itu, bukan kah selama ini dia sudah memberikan kasih sayang dan perhatian yang begitu besar?”
Yaa..bisikan hati ku emank benar, tapi dibalik itu ada hati yang lebih dalam lagi yang tidak bias menerima kesalahan sekecil apapun itu!
Aku begitu egois!
Itu yang mereka katakana,
“bukankah kau sering membuat kesalahan, bahkan kesalahan besar yang selalu bisa dia maafkan, kenapa kali ini kau tidak bisa melakukan hal yang sama? Memaafkan!”
Kenapa? Entahlah! Aku benar-benar tidak ingin melakukan itu,
Aku tidak ingin memaafkannya!
Berbulan-bulan aku memikirkan sikapku padanya,
Aku mencoba melupakan kejadian itu,
Aku mencoba bersahabat dengan hatiku,
Untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada diriku,
Tak ada yang bisa aku pahami sedikitpun,
Yang aku tau dia berbuat kesalahan,
Dan aku membencinya sejak saat itu.
Yyyaa …
Awalnya,
Yang aku tau itu semua adalah kebencian!
Tapi,
Finally, aku menemukan jawaban atas kebencian yang selama ini aku rasakan.
Aku tidak pernah Benar-Benar melupakanmu.
Aku tidak pernah Benar-Benar menghapus namamu.
Aku tidak pernah Benar-Benar melupakan wajah bahkan bayanganmu.
Dan aku tidak pernah Benar-Benar menghapus segala kenangan tentangmu, tentang kita!
Semua itu karna kau Benar-Benar berada dalam ingatan terpentingku.
Kau Benar-Benar berada dalam pikiranku.
Dan yang terpenting adalah;
Kau Benar-Benar berada didalam lubuk hatiku yang terdalam.
Terlalu dalam sampai-sampai kesalahanmu,
Menggoreskan kekecewaan dan Luka!
Luka yang terperangkap dalam hati yang Benar-Benar mengakui keberadaanmu!
Maafkan aku kalau selama ini kau berfikir aku membencimu.
Karna aku saja sempat berpikir seperti itu.
Tapi,
Sekarang aku sadar, itu bukan kebencian melainkan reaksi dari Luka ku yang terdalam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar